Sabtu, 29 Oktober 2011

Melodi Hati


Aku mungkin belum mengerti bahasa bunga
sedang tanganmu tak kenal lelah pagi dan petang menaburinya
hanya seekor kumbang
ketika pesona itu menebar,hinngap dan hirup secawan anggur
berlalu meniti pelangi

aku mungkin tak mengerti nyanyian air
menetes di pancuran bambu
sedang arus adalah rindu yang mengalir
kutampung ditapak tangan untuk terik dan luluran suci

aku mungkin tak pandai membaca angin
hanya bentangkan layar
untuk kemudian terombak dan memasrah pada takdir
malam kujemput gugus bintang selimuti

aku mungkin tak pandai selami lautan hatimu
indah yang mendampar arungi jelajah inginku
terumbu karang masih sembunyikan mutiara
yang ingin kuraih
ah..oksigenkupun mulai menipis..
By : Fhariez maoelana Rhizqie
Pukul : 21:30 , sesaat Alea telah mingirimkan pesan di layar ponselku , yang kemudian ku baca , maka ku tulis puisi ini buatnya .
Senin, 24 Oktober 2011

"Surat Buram Untuk Alea"

Kepada : Alea Zhanta Avisha
Dari : Fhariez maoelana rhizqie

Maaf mengganggu aktifitasmu , tulisanku dalam surat yang sangat sedehana ini dan untuk orang yang spesial , yaitu kamu .
bukan apa-apa , hanya curahan hati lelaki biasa dengan banyak sekali kekurangan seperti aku .

Alea , Kau tau,
aku mencintaimu bukan sekedar cinta karena rutinitas pertemuan laki-laki dan perempuannya,

karena aku jatuh cinta padamu sebelum kita bertemu atau pun mendengar suaramu, padahal aku sudah berniat menutup hati.

Dan aku langsung memercayaimu, padahal aku bukanlah orang yang mudah percaya pada orang lain,

dan aku menempatkanmu di hati, bukan sebagai teman, tapi pada tempat di mana sebelumnya tak ada seorang pun yang menempati tempat itu.

Hanya saja,
aku tidak bisa mengungkapkan rasa ini.

Hanya saja, tulisan yang mengungkapkannya,

hanya saja, tulisan-tulisan ini tak akan mampu kau baca,

hanya saja,
aku akan menangis tiap kali tau kenyataan,

Terima kasih atas semuanya .
Pukul 16:45
24 Oktober 2011
Selasa, 04 Oktober 2011

Hikayat Cinta



Lembar kasih yang tersekat
di batas retina membayang aura
kisah seorang penunggu hatiku
melangkah bersama siang menjamah bumi
melayang angan bersama malam menyetubuhi hening

Kalimat kalimat syair do'a
bergeming larut dalam selaput nafas
nadi berirama tentang gita kerinduan
menggulung lamunan laju muara
yang kan persatukan jiwa yang lembut
jiwa yang tulus
dari hati yang tertanam bunga bunga ikhlas

Ku pungut desah rindumu yang berserakan
lalu ku cari rindu yang masih terselip di antara bebatuan
celah karang yang harus ku rejang
walau setetes lava menodai
kan ku bungkus rapi
jadikan satu khikmah hikayat cinta
kar'na itu adalah sebuah tantangan dari perjuangan

Jakarta,03 Oktober 2011
By : F M R & A Z
Gambar tema oleh andynwt. Diberdayakan oleh Blogger.
 

© " SAUNG RIZKI ", All Rights Reserved
Design by Dzignine and Conceptual photography